Buat dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti di Indonesia, publikasi di jurnal terakreditasi SINTA sering kali jadi syarat yang tidak bisa ditawar — entah untuk kenaikan pangkat, syarat kelulusan, atau pencairan hibah penelitian. Masalahnya, bagi yang baru pertama kali, prosesnya terasa rumit: istilahnya asing, sistemnya membingungkan, dan informasinya berserakan.
Artikel ini merapikan semuanya. Anda akan memahami cara publikasi jurnal SINTA secara berurutan, mulai dari mengenali apa itu SINTA, menyiapkan naskah, melakukan submit lewat OJS, melewati proses review, sampai artikel resmi terbit dan terindeks. Tidak perlu latar belakang teknis — cukup ikuti langkahnya satu per satu.
Table of Contents
ToggleSINTA (Science and Technology Index) adalah portal resmi pengindeks dan pemeringkat publikasi ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian melalui laman sinta.kemdikbud.go.id. Lewat portal inilah pemerintah memetakan kualitas jurnal, peneliti, dan institusi di Indonesia dalam satu basis data yang terintegrasi.
Perlu dipahami sejak awal: SINTA bukan penerbit jurnal. SINTA adalah sistem pemeringkat. Jadi Anda tidak “mengirim artikel ke SINTA”. Yang Anda lakukan adalah mengirim artikel ke sebuah jurnal yang sudah terakreditasi SINTA, dan setelah terbit, artikel itu otomatis tercatat di indeks SINTA.
Status akreditasi sebuah jurnal ditentukan lewat portal ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional), mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Satu akreditasi umumnya berlaku selama lima tahun sebelum dievaluasi ulang.
Hasil akreditasi dikelompokkan menjadi enam peringkat berdasarkan skor penilaian. Semakin tinggi skornya, semakin tinggi peringkatnya.
| Peringkat | Skor Akreditasi | Gambaran Umum |
|---|---|---|
| SINTA 1 (S1) | 85 – 100 | Kualitas tertinggi; banyak yang juga terindeks Scopus/internasional |
| SINTA 2 (S2) | 70 – 84 | Sangat baik dan bereputasi nasional |
| SINTA 3 (S3) | 60 – 69 | Kredibel; pilihan realistis untuk mahasiswa S2/S3 |
| SINTA 4 (S4) | 50 – 59 | Kualitas memadai, proses relatif lebih cepat |
| SINTA 5 (S5) | 40 – 49 | Memenuhi batas akreditasi; cocok untuk publikasi pertama |
| SINTA 6 (S6) | 30 – 39 | Titik awal akreditasi nasional |
Aturan praktisnya: makin tinggi peringkat, makin ketat seleksi dan makin lama prosesnya, tetapi makin besar pula nilai dan gengsinya. Untuk pembahasan lebih dalam, baca perbedaan SINTA 1 sampai SINTA 6.
Beberapa alasan utama orang mengejar publikasi SINTA:
Detail kebutuhan dosen dibahas terpisah di jurnal SINTA untuk syarat kenaikan pangkat dosen.
Mayoritas naskah ditolak bukan karena risetnya jelek, melainkan karena persiapannya kurang. Sebelum menyentuh tombol submit, pastikan hal-hal berikut beres:
Berikut alur lengkap yang dilalui hampir semua penulis. Sebagian besar jurnal SINTA memakai OJS (Open Journal Systems), jadi tampilannya akan mirip dari satu jurnal ke jurnal lain.
Tulis naskah dengan struktur yang jelas dan argumen yang kuat. Pastikan judul spesifik, abstrak padat (umumnya maksimal 250 kata), kata kunci relevan, metode terurai jelas, dan kesimpulan menjawab tujuan penelitian. Gunakan referensi terbaru — idealnya dari sepuluh tahun terakhir.
Buka sinta.kemdikbud.go.id, masuk ke menu Journals, lalu cari berdasarkan bidang ilmu atau nama jurnal. Periksa peringkat, focus and scope, serta jadwal terbitnya. Pastikan topik artikel Anda benar-benar cocok dengan ruang lingkup jurnal. Daftar rekomendasi yang relatif ramah pemula ada di daftar jurnal SINTA 2 yang mudah accept.
Setiap jurnal punya aturan sendiri soal format, margin, gaya sitasi (APA, Vancouver, IEEE, dan lain-lain), serta batas jumlah halaman. Unduh template resmi jurnal dan tuangkan naskah Anda ke dalamnya. Melewatkan langkah ini adalah penyebab paling umum naskah ditolak di tahap awal.
Jalankan naskah lewat Turnitin atau iThenticate. Pastikan tingkat kemiripannya di bawah batas yang diminta jurnal (sering kali maksimal 20–25%). Jika masih tinggi, lakukan parafrase pada bagian yang bermasalah.
Buka situs jurnal tujuan, klik Register/Daftar, lalu isi data diri lengkap (nama, email aktif, afiliasi) dan centang peran sebagai Author. Aktifkan akun lewat tautan konfirmasi di email. Setelah login, klik New Submission / Ajukan Artikel Baru dan centang seluruh submission requirements yang muncul.
Unggah file naskah (biasanya .doc/.docx, hapus identitas penulis di dalam file bila jurnal menerapkan blind review), lalu isi metadata dengan teliti: judul, abstrak, daftar penulis (gunakan Add Contributor untuk penulis kedua dan seterusnya), dan kata kunci. Periksa kembali sebelum menekan Finish Submission. Bila berhasil, Anda akan menerima email Submission Acknowledgement — simpan sebagai bukti.
Setelah masuk, naskah melewati beberapa tahap:
Tanggapi setiap masukan reviewer dengan serius dan profesional; kualitas revisi sangat menentukan keputusan akhir. Begitu revisi diterima, editor menerbitkan LoA (Letter of Acceptance). Setelah proses akhir (dan pembayaran biaya bila ada) selesai, artikel Anda terbit dan otomatis tercatat di indeks SINTA. Selamat!
Jujur saja: tidak instan. Jurnal SINTA umumnya terbit berkala (misalnya tiap 4 atau 6 bulan), sehingga total waktu dari submit hingga terbit kerap berkisar 6 bulan sampai 1 tahun — bahkan lebih untuk peringkat atas. Jurnal SINTA 4–6 biasanya lebih cepat dibanding SINTA 1–2. Karena itu, jika Anda terikat tenggat (misalnya jadwal wisuda atau pengusulan jabatan), mulailah sedini mungkin.
Biaya sangat bervariasi: ada jurnal yang gratis, ada pula yang menerapkan Article Processing Charge (APC) dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah, tergantung peringkat dan kebijakan penerbit. Rincian lengkapnya kami bahas di biaya publikasi jurnal SINTA terbaru.
Strategi lebih lengkapnya ada di tips lolos review jurnal SINTA.
Hati-hati dengan jurnal yang menjanjikan “terbit super cepat tanpa review” dengan iming-iming biaya. Itu ciri jurnal predator yang justru bisa merugikan rekam jejak akademik Anda — bahkan tidak diakui kampus. Selalu verifikasi status akreditasi langsung di portal SINTA sebelum submit, dan pastikan jurnal punya proses peer review yang jelas.
Mengurus publikasi sendiri memang bisa, tetapi menyita waktu — apalagi di tengah kesibukan mengajar atau menyelesaikan studi. Di sinilah Riviera Publishing hadir: kami mendampingi proses publikasi jurnal SINTA dari pemilihan jurnal yang tepat, penyesuaian template, pengecekan plagiarisme, hingga pendampingan submit dan revisi sampai naskah benar-benar terbit — pada jurnal yang sah dan terakreditasi.
Kalau Anda ingin proses yang lebih ringkas, terarah, dan bebas risiko jurnal predator, pelajari jasa publikasi jurnal SINTA cepat terbit dari Riviera Publishing.
Boleh. Selama naskah memenuhi standar ilmiah, mahasiswa S1, S2, maupun S3 dapat mengirimkan artikel.
Cek langsung di portal resmi sinta.kemdikbud.go.id dan pastikan status akreditasinya masih berlaku (bukan kedaluwarsa).
Tidak. SINTA adalah sistem akreditasi nasional Indonesia, sedangkan Scopus adalah basis data internasional. Sebagian jurnal SINTA 1 memang juga terindeks Scopus, tetapi tidak semuanya.
Umumnya 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung peringkat jurnal dan jadwal terbitnya.
Tidak selalu. Ada yang gratis, ada yang mengenakan APC. Selalu cek kebijakan biaya pada author guidelines jurnal.
Memahami cara publikasi jurnal SINTA sebenarnya soal menjalankan langkah yang benar secara berurutan: siapkan naskah berkualitas, pilih jurnal yang tepat, ikuti aturannya dengan disiplin, submit lewat OJS, lalu sabar melewati review dan revisi. Kuncinya bukan pada kerumitan teknis sistemnya, melainkan pada persiapan sebelum submit.
Mulailah dari satu artikel, satu jurnal yang sesuai. Dan jika Anda ingin pendamping yang berpengalaman agar prosesnya lebih cepat dan aman, tim Riviera Publishing siap membantu dari awal sampai naskah Anda terbit.
Artikel ini bersifat panduan umum. Ketentuan tiap jurnal dapat berbeda — selalu cek author guidelines dan status akreditasi terkini di portal resmi SINTA sebelum mengirim naskah.