Saat menilai reputasi jurnal atau peneliti, tiga metrik sering muncul: Impact Factor, SJR, dan H-Index. Berikut penjelasan masing-masing. Bagian dari mengenal indeksasi jurnal.
Table of Contents
ToggleImpact Factor mengukur rata-rata jumlah sitasi artikel sebuah jurnal dalam periode tertentu. Diterbitkan oleh Clarivate melalui Journal Citation Reports (JCR), dan terkait dengan basis data Web of Science. Makin tinggi IF, makin besar pengaruh jurnal.
SJR adalah metrik dari Scimago (berbasis data Scopus) yang menimbang tidak hanya jumlah sitasi, tetapi juga kualitas/prestise sumber yang menyitasi. SJR menjadi dasar penentuan kuartil — lihat quartile Scopus.
H-Index mengukur produktivitas sekaligus dampak. Nilai h berarti ada h karya yang masing-masing disitasi minimal h kali. H-index bisa diterapkan pada peneliti maupun jurnal.
📚 Riviera Publishing — Solusi Publikasi Jurnal Ilmiah Terpercaya
7.000+ artikel terbit • 55+ jurnal afiliasi SINTA & Scopus
✅ Pendampingan Penuh
Pilih jurnal, format, submit, hingga terbit — semua didampingi.
⚡ Proses Cepat & LoA
Jalur efisien yang sah untuk kebutuhan sidang atau BKD.
📋 Cek Plagiarisme + Editing
Pemeriksaan kemiripan, perbaikan bahasa, dan formatting.
Kenapa pilih Riviera?
Tergantung konteks: SJR/kuartil untuk Scopus, Impact Factor untuk Web of Science.
Ya, h-index umum dipakai mengukur dampak karya seorang peneliti.
Di scimagojr.com.
Impact Factor, SJR, dan h-index mengukur dampak dari sudut berbeda. Memahaminya membantu Anda menilai reputasi jurnal dan peneliti secara lebih tepat.