Dua identitas penting yang melekat pada jurnal ilmiah adalah DOI dan ISSN. Apa bedanya dan untuk apa? Berikut penjelasannya. Bagian dari mengenal indeksasi jurnal.
Table of Contents
ToggleISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor identitas unik untuk sebuah jurnal/terbitan berkala. Versi elektronik disebut e-ISSN. ISSN mengidentifikasi jurnal secara keseluruhan, bukan artikel tunggal.
DOI (Digital Object Identifier) adalah pengenal digital permanen untuk sebuah artikel (atau objek) tertentu. DOI memberi tautan tetap sehingga artikel selalu dapat diakses meski URL situs berubah.
| Aspek | ISSN | DOI |
|---|---|---|
| Mengidentifikasi | Jurnal/terbitan | Artikel/objek |
| Bentuk | Nomor seri | Kode + tautan permanen |
| Fungsi | Identitas jurnal | Akses tetap ke artikel |
Jurnal kredibel umumnya memiliki ISSN, dan artikelnya memiliki DOI. Keduanya menjadi salah satu syarat akreditasi — lihat syarat & kriteria jurnal SINTA. Ketiadaan keduanya bisa menjadi sinyal jurnal yang patut diwaspadai. Kenali ciri-ciri jurnal predator.
📚 Riviera Publishing — Solusi Publikasi Jurnal Ilmiah Terpercaya
7.000+ artikel terbit • 55+ jurnal afiliasi SINTA & Scopus
✅ Pendampingan Penuh
Pilih jurnal, format, submit, hingga terbit — semua didampingi.
⚡ Proses Cepat & LoA
Jalur efisien yang sah untuk kebutuhan sidang atau BKD.
📋 Cek Plagiarisme + Editing
Pemeriksaan kemiripan, perbaikan bahasa, dan formatting.
Kenapa pilih Riviera?
Idealnya ya pada jurnal kredibel, meski sebagian jurnal kecil belum menyediakannya.
e-ISSN khusus untuk versi elektronik; satu jurnal bisa punya ISSN cetak dan e-ISSN.
Tidak selalu, tetapi patut diwaspadai. Jurnal kredibel umumnya memiliki ISSN.
ISSN mengidentifikasi jurnal, DOI mengidentifikasi artikel. Keduanya adalah penanda penting kredibilitas dan aksesibilitas sebuah publikasi ilmiah.