Tinjauan pustaka yang baik bukan sekadar daftar ringkasan, melainkan sintesis yang menempatkan penelitian Anda dalam percakapan ilmiah. Berikut caranya. Bagian dari cara menulis artikel jurnal ilmiah.
Table of Contents
ToggleKelompokkan literatur berdasarkan tema atau konsep, bukan sekadar satu per satu per penulis. Ini menghasilkan alur yang lebih analitis.
Bandingkan dan kontraskan temuan antar sumber. Tunjukkan keterkaitan, pertentangan, dan tren — bukan hanya merangkum tiap artikel.
Bergantung bidang dan jurnal; yang penting relevan dan mutakhir, bukan sekadar banyak.
Boleh secukupnya, tetapi parafrase yang disitasi lebih disukai.
Utamakan 5–10 tahun terakhir, kecuali untuk teori klasik yang fundamental.
Tinjauan pustaka yang kuat mensintesis literatur secara tematik dan menempatkan penelitian Anda dalam konteks yang jelas — bukan sekadar menumpuk kutipan.