Banyak peneliti Indonesia yang sudah punya naskah bagus — tapi tidak tahu harus mulai dari mana untuk menembus jurnal Scopus.
Panduan ini membahas langkah-langkah nyata cara publikasi jurnal Scopus dari awal hingga artikel Anda resmi terbit, termasuk hal-hal yang sering dilewatkan peneliti pemula.
Table of Contents
TogglePublikasi jurnal Scopus berarti artikel ilmiah Anda diterima dan diterbitkan oleh jurnal yang sudah terindeks di database Scopus — database sitasi ilmiah terbesar milik Elsevier yang diakui secara internasional.
Artikel yang terbit di jurnal Scopus otomatis terhitung sebagai publikasi internasional bereputasi dan diakui untuk kenaikan jabatan dosen, poin KUM, serta syarat kelulusan S3 di banyak perguruan tinggi Indonesia.
Sebelum submit ke jurnal Scopus mana pun, pastikan naskah Anda memenuhi syarat berikut:
Sebelum Kamu Lanjut Baca
Bukan soal akademis semata — ini langsung berdampak pada karier, kelulusan, dan pengakuan ilmiah Anda secara internasional.
S3
Syarat Wajib Lulus
Banyak kampus mewajibkan minimal 1 artikel Scopus sebagai syarat kelulusan program doktoral.
KUM
Poin Angka Kredit Dosen
Publikasi Scopus memberikan poin KUM tertinggi untuk kenaikan jabatan akademik dosen.
Global
Pengakuan Internasional
Artikel di Scopus bisa dikutip peneliti seluruh dunia dan membangun reputasi ilmiah Anda.
⚠️
Yang Terjadi Jika Tidak Tahu Prosesnya
Naskah bagus sekalipun bisa ditolak di meja editor dalam 3 hari karena format salah, jurnal tidak sesuai, atau cover letter tidak ada. Memahami alurnya dari awal menghemat waktu berbulan-bulan.
Naskah yang siap submit bukan hanya naskah yang sudah selesai ditulis — tapi naskah yang sudah melalui proofreading bahasa Inggris, pengecekan plagiarisme, dan formatting sesuai gaya sitasi jurnal target.
Jangan submit ke jurnal pertama yang ditemukan. Gunakan Scopus Source List atau Scimago Journal Rank (SJR) untuk mencari jurnal berdasarkan bidang ilmu dan quartile (Q1–Q4).
Pertimbangkan tiga hal saat memilih jurnal:
Setiap jurnal punya aturan berbeda soal format, panjang artikel, jumlah kata abstrak, dan gaya sitasi (APA, Vancouver, IEEE, dll). Mengabaikan author guidelines adalah alasan paling umum desk rejection.
Cover letter adalah surat pengantar kepada editor. Isinya singkat — 3 paragraf cukup: (1) apa topik artikel Anda, (2) mengapa relevan dengan jurnal tersebut, (3) pernyataan bahwa naskah belum dikirim ke tempat lain.
Hampir semua jurnal Scopus menggunakan sistem submission online seperti ScholarOne, Editorial Manager, atau OJS. Daftarkan akun, isi semua metadata dengan lengkap, dan upload file sesuai format yang diminta (biasanya Word + PDF terpisah).
Setelah submit, artikel masuk ke tahap peer review. Prosesnya bisa memakan waktu 2 minggu hingga 6 bulan tergantung jurnal dan ketersediaan reviewer. Anda akan mendapat notifikasi email untuk setiap update status.
Mayoritas artikel tidak langsung diterima — biasanya masuk status Major Revision atau Minor Revision. Respons setiap komentar reviewer secara sistematis dan profesional. Ini tahap yang paling menentukan.
Setelah diterima, Anda akan mendapat galley proof untuk dicek sebelum resmi terbit. Setelah disetujui, artikel terbit online dan mendapat DOI permanen.
| Tahap | Estimasi Waktu |
|---|---|
| Desk review oleh editor | 1–2 minggu |
| Peer review | 1–3 bulan |
| Revisi dan resubmit | 2–4 minggu |
| Review revisi | 2–4 minggu |
| Proof dan terbit | 1–4 minggu |
| Total estimasi | 3–6 bulan |
Jurnal dengan jalur fast track bisa lebih cepat — 1–2 bulan. Namun umumnya dikenakan biaya tambahan.
📋 Riviera Publishing — Panduan Publikasi
8 poin wajib yang sering dilewatkan peneliti — pastikan semua terpenuhi sebelum klik Submit
✅ Bahasa & Struktur
Naskah dalam Bahasa Inggris, struktur IMRaD lengkap dan benar.
✅ Plagiarisme < 20%
Sudah dicek via iThenticate atau Turnitin, idealnya di bawah 15%.
✅ Jurnal Sudah Diverifikasi
Cek di Scopus Source List — bukan jurnal predator.
✅ Author Guidelines Diikuti
Format, gaya sitasi, dan panjang artikel sesuai ketentuan jurnal.
✅ Cover Letter Siap
Surat pengantar ke editor sudah ditulis — singkat, padat, relevan.
✅ Metadata Lengkap
Judul, abstrak, kata kunci, dan data penulis diisi lengkap di sistem.
Butuh bantuan dari nol hingga ACC?
Tim Riviera siap mendampingi — dari pemilihan jurnal, editing, hingga respons reviewer.
Tidak selalu. Ada ratusan jurnal Scopus yang tidak memungut APC (Article Processing Charge), terutama jurnal subscription-based. Jurnal open access umumnya berbayar, namun banyak yang menyediakan waiver untuk peneliti dari negara berkembang termasuk Indonesia.
Berdasarkan regulasi Kemendikbud, semua quartile (Q1–Q4) jurnal Scopus diakui untuk kenaikan jabatan akademik. Perbedaannya ada pada bobot poin KUM yang diberikan — Q1 mendapat poin tertinggi.
Bisa. Tidak ada batasan jenjang pendidikan untuk submit ke jurnal Scopus. Yang dinilai adalah kualitas naskah, bukan status akademik penulisnya.
SINTA adalah sistem indeksasi jurnal nasional Indonesia. Scopus adalah database internasional. Jurnal Scopus umumnya memiliki standar lebih tinggi dan diakui secara global, sedangkan jurnal SINTA lebih mudah diakses dan prosesnya lebih cepat.
Tim Riviera Publishing berpengalaman mendampingi peneliti Indonesia untuk publikasi di jurnal Scopus Q1 hingga Q4 — dari persiapan naskah, pemilihan jurnal, hingga pendampingan proses review.