Struktur IMRaD: Cara Menulis Pendahuluan, Metode, Hasil & Diskusi

Banyak naskah ditolak bukan karena penelitiannya buruk — tapi karena strukturnya tidak memenuhi standar internasional.

Struktur IMRaD adalah format penulisan artikel ilmiah yang diwajibkan oleh hampir semua jurnal SINTA 1–2 dan Scopus. Menguasainya adalah langkah fundamental sebelum submit naskah ke mana pun.

Apa Itu Struktur IMRaD?

📘

Riviera Publishing

Untuk Mahasiswa & Peneliti

Kenapa Kamu Wajib Tahu
Struktur IMRaD?

Bukan soal teori — ini soal nasib naskahmu di meja editor

4 Alasan Nyata
1
Desk Rejection Terjadi dalam Hitungan Menit
Editor tidak perlu membaca isi naskah untuk menolaknya. Struktur yang salah langsung terlihat — dan langsung ditolak sebelum masuk review.
2
Semua Jurnal SINTA & Scopus Menggunakannya
Dari jurnal nasional terakreditasi hingga Q1 Scopus, IMRaD adalah bahasa yang sama. Kuasai satu format, berlaku di mana saja.
3
Mempercepat Proses Penulisan
Saat kamu tahu apa yang masuk ke tiap bagian, kamu tidak lagi bingung memulai. IMRaD adalah kerangka berpikir, bukan sekadar format.
4
Nilai Skripsi & Tesis Lebih Tinggi
Dosen penguji dan pembimbing menilai sistematika. Naskah berstruktur IMRaD terlihat lebih profesional dan ilmiah sejak halaman pertama.

73%
artikel yang ditolak di tahap awal disebabkan oleh ketidaksesuaian struktur — bukan karena kualitas data atau penelitiannya buruk.

Pelajari cara penulisannya di
blog.rivierapublishing.id

IMRaD adalah akronim dari empat bagian utama artikel ilmiah:

  • I — Introduction (Pendahuluan)
  • M — Methods (Metode)
  • R — Results (Hasil)
  • D — Discussion (Diskusi)

Format ini dikembangkan oleh komunitas ilmiah internasional agar setiap artikel bisa dibaca, dinilai, dan direplikasi secara konsisten. Editor dan reviewer membaca ratusan naskah — menyimpang dari IMRaD otomatis menaikkan risiko desk rejection.

I — Cara Menulis Pendahuluan yang Kuat

Pendahuluan bukan sekadar latar belakang. Fungsinya adalah meyakinkan reviewer bahwa penelitian Anda perlu dilakukan.

Gunakan formula 3 langkah ini:

  1. Konteks luas — Jelaskan isu besar yang relevan dengan bidang Anda
  2. Research gap — Tunjukkan apa yang belum dijawab penelitian sebelumnya
  3. Tujuan penelitian — Nyatakan secara spesifik apa yang akan Anda lakukan

Pendahuluan yang baik membuat reviewer berpikir: “Ya, ini memang perlu diteliti.”

Kesalahan yang harus dihindari:

  • Terlalu panjang dan bertele-tele tanpa arah jelas
  • Tidak menyebut research gap secara eksplisit
  • Tujuan penelitian terlalu umum dan tidak terukur

M — Cara Menulis Metode Penelitian

Bagian metode harus cukup detail agar penelitian Anda bisa direplikasi oleh peneliti lain.

Yang wajib ada di bagian ini:

  • Desain penelitian (kuantitatif / kualitatif / mixed methods)
  • Populasi, sampel, dan teknik sampling
  • Instrumen dan alat ukur yang digunakan
  • Prosedur pengumpulan data step-by-step
  • Teknik analisis data beserta alasannya

Kesalahan yang harus dihindari:

  • Menulis metode terlalu singkat sehingga tidak bisa direplikasi
  • Tidak menjelaskan alasan pemilihan metode
  • Lupa menyertakan keterangan etik penelitian (krusial untuk bidang kesehatan dan sosial)

R — Cara Menulis Hasil Penelitian

Bagian hasil adalah yang paling objektif — sajikan data apa adanya, tanpa interpretasi.

Yang wajib ada:

  • Jawaban atas setiap tujuan penelitian secara berurutan
  • Tabel, grafik, atau gambar yang relevan dan informatif
  • Statistik deskriptif dan inferensial (untuk penelitian kuantitatif)

Aturan emas: Hasil menjawab “Apa yang terjadi?”, bukan “Mengapa?”

Kesalahan yang harus dihindari:

  • Mencampurkan hasil dengan interpretasi (interpretasi masuk ke bagian Diskusi)
  • Tabel atau gambar tanpa keterangan (caption) yang lengkap
  • Menyajikan semua data mentah tanpa seleksi yang relevan

D — Cara Menulis Diskusi yang Berbobot

Diskusi adalah bagian paling kompleks dan paling menentukan — di sinilah kontribusi ilmiah Anda dibuktikan kepada reviewer.

Gunakan alur 5 langkah ini:

  1. Interpretasi hasil — Apa makna dari temuan Anda?
  2. Komparasi literatur — Sejalan atau bertentangan dengan penelitian sebelumnya?
  3. Implikasi — Apa manfaat teoretis atau praktis dari temuan ini?
  4. Keterbatasan — Jujur tentang batas penelitian Anda
  5. Rekomendasi — Apa yang perlu diteliti lebih lanjut?

Kesalahan yang harus dihindari:

  • Hanya mengulang hasil tanpa interpretasi sama sekali
  • Tidak mengaitkan temuan dengan literatur yang ada
  • Tidak menyebut keterbatasan — reviewer akan menilai ini sebagai kurang kritis

Fahami dan pelajari apa itu doi dan ISSN, selengkapnya di halaman kami!

Checklist IMRaD Sebelum Submit

Bagian Pertanyaan Kunci
Introduction Apakah research gap saya sudah eksplisit?
Methods Bisakah orang lain mereplikasi penelitian ini?
Results Apakah data disajikan objektif tanpa interpretasi?
Discussion Apakah kontribusi ilmiah saya sudah jelas?

FAQ

Apakah semua jurnal mewajibkan IMRaD?

Tidak semua. Jurnal humaniora dan ilmu sosial murni kadang menggunakan format berbeda. Tapi untuk sains, teknik, kesehatan, dan mayoritas jurnal SINTA 1–2 serta Scopus, IMRaD adalah standar.

Apakah Conclusion terpisah dari Discussion?

Tergantung kebijakan jurnal. Sebagian menggabungkan Discussion dan Conclusion, sebagian memisahkan. Selalu cek Author Guidelines jurnal target Anda sebelum menulis.

Berapa panjang ideal setiap bagian IMRaD?

Tidak ada aturan baku, namun panduan umum: Introduction ±15%, Methods ±25%, Results ±30%, Discussion ±30% dari total panjang artikel.

Apakah Abstrak termasuk bagian IMRaD?

Abstrak bukan bagian IMRaD, tapi meringkas keempat bagian tersebut. Banyak jurnal mewajibkan abstrak berstruktur (structured abstract) yang mengikuti urutan IMRaD.

You might also like