Cara Menulis Tinjauan Pustaka (Literature Review) 2026

Tinjauan pustaka yang baik bukan sekadar daftar ringkasan, melainkan sintesis yang menempatkan penelitian Anda dalam percakapan ilmiah. Berikut caranya. Bagian dari cara menulis artikel jurnal ilmiah.

Tujuan Tinjauan Pustaka

  • Memetakan apa yang sudah diketahui tentang topik.
  • Menunjukkan kesenjangan yang Anda isi.
  • Membangun landasan teori penelitian.

Organisasi Tematik, Bukan Kronologis

Kelompokkan literatur berdasarkan tema atau konsep, bukan sekadar satu per satu per penulis. Ini menghasilkan alur yang lebih analitis.

Sintesis, Bukan Ringkasan

Bandingkan dan kontraskan temuan antar sumber. Tunjukkan keterkaitan, pertentangan, dan tren — bukan hanya merangkum tiap artikel.

Tips Praktis

  • Gunakan sumber primer dan mutakhir.
  • Kelola referensi dengan Mendeley/Zotero — lihat cara menulis daftar pustaka.
  • Selalu sitasi dengan benar untuk menghindari plagiarisme.

Berapa banyak referensi yang ideal?

Bergantung bidang dan jurnal; yang penting relevan dan mutakhir, bukan sekadar banyak.

Apakah boleh mengutip langsung?

Boleh secukupnya, tetapi parafrase yang disitasi lebih disukai.

Seberapa lama rentang tahun sumber?

Utamakan 5–10 tahun terakhir, kecuali untuk teori klasik yang fundamental.

Kesimpulan

Tinjauan pustaka yang kuat mensintesis literatur secara tematik dan menempatkan penelitian Anda dalam konteks yang jelas — bukan sekadar menumpuk kutipan.

You might also like
Chat WhatsApp